Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[PENGALAMAN] Kisah Perjuangan Diterima Jurusan PAJAK Politeknik Keuangan Negara STAN (PART 1)

Kisah Perjuangan Diterima Jurusan PAJAK Politeknik Keuangan Negara STAN (PART 1) - Siapa yang tidak tahu Politeknik Keuangan Negara STAN atau lebih sering disebut PKN STAN. Yak, PKN STAN merupakan perguruan tinggi kedinasan yang paling banyak peminatnya. Pendaftarnya pertahun selalu diatas 100ribu, dan mayoritas siswa kelas 3 SMA pasti mengetahui PKN STAN. 

Karena banyak sekali pendaftar setiap tahunnya, pasti persaingan untuk bisa masuk di PKN STAN sangatlah susah. Diperlukan perjuangan yang sangat keras dan keberuntungan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit sharing atau cerita tentang bagaimana kisah perjuanganku untuk dapat berkuliah di PKN STAN.

Perkenalan terlebih dahulu ya

Sebelum mulai bercerita, izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya Mr. X (Pakai nama samaran aja ya biar sama-sama enak). Saya berasal dari kota pelajar Yogyakarta. Sebelum kuliah di PKN STAN saya lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Lulus SMK dan melamar pekerjaan

Jujur-jujuran saja, sebagai murid SMK, tentu saya berbeda dengan murid SMA. Saya sama sekali tidak tertarik untuk kuliah sama sekali sebelumnya. Karena tujuan saya masuk SMk dulu agar lulus langsung bisa kerja. Namun apa boleh buat, setelah habis ujian nasional, saya sudah mencoba melamar pekerjaan, karena di SMK ku ada banyak perusahaan yang dating untuk mencari orang bekerja ditempatnya meskipun belum dinyatakan lulus. Saya sudah mencoba melamar di beberapa perusahaan tapi tidak diterima. Bahkan saya dulu juga melamar untuk bekerja magang di Jepang. Tapi apa daya, saya langsung gagal di tahap kedua.

Awal mula saya mengetahui PKN STAN.

Hari-hari terlewati, banyak teman-teman saya yang mendaftar kuliah dan ada juga yang sudah dipanggil kerja. Saya tidak mendaftar kuliah karena memang tidak tertarik sama sekali. Sampai di suatu hari, Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah saya melakukan pendataan murid muridnya untuk mengetahui siapa murid yang sudah kerja, siapa yang sudah kuliah, dan siapa yang gabut aja wkwk. Nah, disitu saya bingung mau mengisi apa, karena saya belum bekerja ataupun belum kuliah. Dan saya belum kepikiran apa-apa. Kemudian saya tanya temenku “ini diisi apaan lur?”, ternyata dia mengisi PKN STAN. Kemudian saya bertanya kepada dia, ap aitu PKN STAN, dan dia menjelaskan bahwa PKN STAN itu kampus yang kuliahnya gratis dan lulus langsung menjadi PNS. Nah dari pada saya bingung mau mengisi apa, akhirnya kuisi saja PKN STAN.

Coba-coba daftar siapa tahu diterima

Beberapa hari telah berlalu sejak pendataan tersebut. Tiba-tiba saya mendapat kabar dari teman saya yang tadi bahwa PKN STAN sedang membuka pendaftaran. Dan setelah dibaca pengumumannya, ternyata pendaftarannya tinggal kurang lebih 3-4 hari lagi ditutup. Disitu saya dan teman saya langsung menyiapkan berkas-berkas nya hingga lengkap. Dan akhirnya saya berhasil terdaftar pada hari terakhir pendaftaran. Jujur saja, pada saat itu saya tidak ada persiapan sama sekali, padahal tes tertulis nya sekita semingguan lagi. Pada saat itu juga saya mencari buku di dekat taman pintar jogja untuk mencari buku yang ada materi PKN STAN. Saya cari muter-muter tidak menemukan bukunya. Tapi diakhir perjalanan saya akhirnya menemukan bukunya. Walaupun seadanya. Setelah kubaca, ternyata materi yang diujikan yaitu TPA (Tes Potensi Akademik) dan TBI (Tes Bahasa Inggris). Mengingat waktu ujian yang begitu mepet, saya langsung memfokuskan ke materi TBI karena saya pada saat itu tidak bisa Bahasa inggris sama sekali. Untuk TPA tidak saya pelajari karena jika matematika masih bisa lah dikit-dikit karena memang suka matematika. Hari demi hari saya belajar Bahasa inggris seadanya hanya bermodalkan soal dan pembahasan. 

Mengikuti ujian tertulis dan lolos?

Hingga pada akhirnya, tibalah waktu ujian tertulis. Pada saat itu saya ujian di UPN Veteran Yogyakarta. Saya diantar bapak ketika berangkat kesana. Dan alangkah terkejutnya saya, karena pesertanya banyak sekali. Lokasi ujiannya ada dibanyak tempat, jadi disepanjang jalan saya melihat orang memakai baju putih hitam. Dalam hati saya, pasti itu juga mau tes PKN STAN wkwk. Oke lanjut lagi, pada saat sampai di lokasi ujian, banyak sekali orang yang masih belajar. Saya pada saat itu sudah pasrah saja. Dalam pikiran saya “lulus ya alhamdulillah, engga ya gapapa”.

Tibalah saatnya saya memasuki ruangan ujian. Proses ujiannya pun sangat ketat. Hanya diperbolehkan membawa alat tulis. Dan yang bikin deg-deg.an, tempat duduk saya ternyata dipaling depan dan tepat didepan pengawas. Singkat cerita, waktu ujian pun dimulai. Pada saat itu jumlah soal TPA 120 dan TBI 60. Dan waktu nya kalua tidak salah TPA 100 menit dan TBI 50 menit. Sistemnya begiti, jika benar +4, salah -1, dan dikosongi 0. Pada saat itu, saya memfokuskan untuk mencari poin sebanyak-banyaknya di TPA karena saya merasa bisa di TPA. Awalnya, saya hanya akan menjawab soal yang saya tahu jawabannya saja. Akan tetapi, bodohnya saya. Saya hanya terlalu focus mengerjakan soal dan melupakan waktu yang terbatas. 

Singkat cerita waktu mengerjakan TPA pun sudah mau habis dan masih banyak jawaban yang kosong. Pada saat itu, lembar jawaban ku masih banyak sekali yang kosong. Setelah kuitung jawaban yang sudah kuisi, tenyata jika dihitung poinnya masih terlelu mepet dengan nilai mati. Apa itu nilai mati? Nilai mati adalah nilai minimal yang harus diperoleh agar bisa lolos. Karena terlalu panik, akhirnya aku isi semua jawaban yang kosong TANPA melihat soalnya. Dalam pikiranku gpp lah -1, yang penting kalau bener +4. Singkat cerita waktu mengerjakan soal TPA sudah habis. Lanjut ke soal yang TBI. Di soal yang TBI ini saya bingung sekali. Aku baca satu per satu soal akan tetapi tidak menemukan jawaban yang yakin. Hanya bermodalkan pola yang aku pelajari dari buku bahas soal itu, akhirnya saya menjawab semua soal TBI. Oke, sampai disini ujian tertulis pun selesai.

Setelah selesai ujian tertulis, saya memfokuskan diri untuk ujian selanjutnya, yaitu Tes Kesehatan dan Kebugaran. Jarak antara ujian tertulis dan Tes Kesehatan dan Kebugaran hanyalah 2 minggu. oleh karena itu saya langsung latihan lari sebagai persiapan walaupun saya belum tahu lolos di ujian tertulis atau tidak. Singkat cerita, pengumuman pun tiba, dan betapa terkejutnya diriku ternyata ada dalam daftar peserta yang dinyatakan lulus ujian tertulis. Lanjut di PART 2

Sekian dulu cerita Kisah Perjuangan Diterima Jurusan PAJAK Politeknik Keuangan Negara STAN (PART 1). Untuk kelanjutannya saya akan tulis di Part 2. Bagaimana cerita nya sampai situ? cukup menarik atau membosankan? Jika menarik akan segera saya update part 2 nya. Terimakasih telah berkunjung di www.bloggerkoplo.com. Salam Koplo.

Posting Komentar untuk "[PENGALAMAN] Kisah Perjuangan Diterima Jurusan PAJAK Politeknik Keuangan Negara STAN (PART 1)"