Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Apa Itu Yield Farming atau Crypto Farming? Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa Itu Yield Farming atau Crypto Farming? Bagaimana Cara Kerjanya? - Hallo sobat trader, tahukan kalian, untung menghasilkan keuntungan dari cryptocurrency tidak hanya melalui trading saja. Akan tetapi ada banyak sekali cara mendapatkan cuan dari cypto. Yaitu bisa melalui Mining, Staking, dan Juga Yield Farming. Sebelumnya kita sudah pernah membahas mengenai Mining dan Staking, jadi pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai Yield Farming dalam Crypto Currency.
Apa Itu Yield Farming atau Crypto Farming? Bagaimana Cara Kerjanya?
Apa pengertian dari Yield Farming Crypto

Apa yang dimaksud dengan Yield Farming Crypto Currency?

Secara istilah, Yield Farming juga sering disebut dengan Crypto Farming atau Automated Market Makers (AMM) atau Liquidity Mining. Semua pengertian tersebut merujuk pada kegiatan yang sama. yaitu penambangan likuiditas untuk memperoleh reward atau hadiah crypto currency. Secara sederhana, yield farming adalah cara untuk menghasilkan cryptocurrency dengan crypto currency yang kita miliki.

Bagaimana cara kerja dari Yield Faming?

Dalam kerjanya, Yield Farming menggunakan Aplikasi berbasis Decentralized Finance (DeFi) dan mendapatkan token.  Untuk persyaratan dan ketentuan nya tergantung dari aplikasi DeFi yang digunakan.

Secara sederhana, Yield Farming ini konsepnya hampir sama dengan Arisan. Dana-dana crypto currency dikumpulkan dari banyak orang. Nah tempat berkumpulnya dana crypto ini disebut dengan liquidity pool atau kolam likuiditas. Sedangkan orang yang menyetorkan dana disebut dengan liquidity providers. Biasanya dana-dana atau aset crypto yang sudah terkumpul digunakan di Decentralized Exchange, misalnya Uniswap. Sehingga dana yang sudah terkumpul ini bisa dipinjamkan untuk jual beli crypto currency atau menjadi likuiditas yang diperlukan untuk jual beli itu sendiri.

Yield farming merupakan aktivitas berisiko tinggi

Walaupun secara konsep terlihat sangat sederhana, yaitu hanya dengan manaruh aset crypto kita lalu kita akan mendapatkan reward, akan tetapi karena kekomplekskannya yang masih sangat sulit untuk dipahami oleh banyak orang, platfrom-platfrom penyedia Yield Farming yang masih belum user friendly, sistem dan strategi yang selalu berubah dalam waktu yang relatif singkat, menyebabkan aktifitas yield farming ini tidak segampang itu. Yield Farming memiliki risiko yang sangat tinggi.

Keuntungan dan kerugian Yield Farming

Keuntungan yang akan diperoleh dari Yield Farming adalah tentu kita akan mendapatkan reward atau hadiah jika token yang didapat itu dijual atau digunakan lagi untuk trading di waktu yang tepat. 
Sedangkan kerugian dari Yield Farming adalah banyak orang yang melakukan Yield Farming ini terkena bug dari sistem. Hal tersebut membuat Yield Farming rentan terhadap hack atau penyerangan. Selain itu, jika anda tidak memahami mengenai sistem dari Yield Farming, anda bisa kehilangan uang anda.

Yak, kira-kira seperti itulah pembahasan mengenai apa itu Yield Farming Crypto Currency. Dengan Yield Farming maka akan memungkinkan anda untuk mendapatkan keuntungan crypto currency tanpa melakukan trading. Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk mencoba Yield Farming? Terimakasih telah berkunjung di www.bloggerkoplo.com. Salam koplo.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Yield Farming atau Crypto Farming? Bagaimana Cara Kerjanya?"